Masih jelas dalam ingatan sewaktu masih duduk di bangku SMA kelas 1 dulu, salahsatu mata pelajaran favoritku yaitu Kesenian mengajarkan kepada kami bagaimana menggambar pola-pola lingkaran dari yang sederhana sampai yang rumit dengan menggunakan jangka dan mistar agar gambar yang dihasilkan ukurannya tepat. Mudah kelihatan tapi aplikasinya minta ampun rumitnya. Bahkan aku tidak bisa mendapatkan angka 9 untuk tugas yang satu ini (sebal sekali rasanya). Sejak saat itu, pola-pola tersebut akhirnya hanya menjadi angin lalu. Apa istimewanya?
Hingga hari Sabtu tanggal 22 Januari 2011 sekitar jam 11 malam (kombinasi angka yang unik) pola itu muncul dan lumayan menarik perhatianku. Tak tanggung-tanggung ukurannya gede-gede dan di areal persawahan lagi. Itulah yang dikenal dengan nama CROP CIRCLES. Lingkaran misterius itu awalnya diduga sebagai jejak UFO namun belakangan diketahui crop circles tersebut adalah buatan enam mahasiswa UGM yang sedang berlibur di Sleman (Wallahualam). Walaupun tujuannya cuma iseng tapi bagiku itu adalah karya yang sangat luar biasa. Dibutuhkan pengetahuan matematika (ini yang tidak aku suka, matematika) serta tekad yang kuat. Karena menurut info yang aku dengar dan baca, crop circles itu muncul setelah semalamnya terjadi hujan yang cukup lebat. Kalau cuma modal iseng, hanya orang bodoh saja yang mau nekad membuat karya akbar seperti itu.
Sebenarnya crop cicle bukan barang baru di dunia. Bahkan sudah ada sebelum kamera ditemukan. Awalnya crop circles muncul dalam pola-pola yang sederhana namun semakin lama pola tersebut semakin rumit. Sebagian mungkin buatan manusia namun para ilmuwan juga menduga adanya campur tangan mahluk lain dalam fenomena crop circles.
Crop circles awalnya ditemukan pada tahun 1678 dengan penggambaran berupa iblis-berwujud seperti mahluk hidup sedang membuat pola di ladang dengan menggunakan sabit. Pola-pola itu memiliki teks yang menceritakan kisah seorang petani yang menolak membayar sewa traktor untuk digunakan memanen tanamannya dan bersumpah lebih baik iblis yang melakukannya. Keesokan harinya petani tersebut bangun dan menemukan tanamannya telah dipanen dengan cara yang tidak biasa. terdapat pola-pola lingkaran dengan tingkat ketepatan yang luar biasa yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia hanya dalam satu malam. Petani ini menjadi sangat shock dan takut serta akhirnya tidak pernah muncul lagi di ladangnya.
Pencatatan tentang kemunculan Crop circles tampaknya dimulai pada abad ke-20 dan mengalami peningkatan drastis sejak tahun 1960 an hingga 1990an. ada sekitar 190 bentuk crop cirlces ditemukan di tahun 1999 dan hingga saat ini tentu saja terus bertambah dengan pola yang semakin rumit.
Dari berbagai sumber
Be the first to like this post.
0 comments
Post a Comment